Buku 18 | IBU

  • Judul buku : IBU (ebook gratis)
  • Penyusun : Erlan Iskandar, ST
  • Penerbit : Taklim Anak As-Sunnah
  • Tebal : 9 halaman
  • Progress bacaan : 1 – selesai

Note

Sebuah nasihat untuk setiap anak, bahwa setiap hari adalah hari ibu.

Erlan Iskandar, ST

Ebook IBU ini benar-benar tipis. Isinya ringkas, tapi padat berisi. Ada 5 keutamaan berbakti pada ibu yang disampaikan Penyusun di ebook full color ini, yakni:

1. Bakti pada ibu dan ayah merupakan kunci dari pintu surga yang paling tengah;
2. Amalan istimewa yang disandingkan Allah dengan larangan berbuat syirik dalam QS. An Nisa 36 dan juga merupakan amal yang paling dicintai Allah setelah shalat pada waktunya;
3. Allah wasiatkan bakti pada orang tua disertai penekanan besarnya pengorbanan seorang ibu pada QS. Al Ahqaf 15;
4. Rasulullah menyampaikan bahwa ibu yang paling berhak diperlakukan dengan baik, bahkan disebutkan hingga 3x;
5. Berbuat buruk pada ibu lebih besar dosanya.

Buku 17 | Bila Masa Tua Tiba (Bagian Lima)

  • Judul buku : Bila Masa Tua Tiba
  • Penulis : Muhamad Yasir, Lc
  • Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
  • Tebal : 240 halaman
  • Progress bacaan : halaman 104 – 123

Note

Pada halaman 111, ada kisah menarik yang dituliskan penulis tentang Syaikh Abu Ath-Thibb Ath-Thabari. Beliau dikisahkan masih sigap dan cekatan meskipun telah berusia tua. Saat ditanya kok bisa sebugar itu? Apa rahasianya? Beliau menjawab:

“Mengapa tidak? Aku tidak pernah menggunakan salah satu bagian tubuh ini bermaksiat kepada Allah.”

Masya Allah. Penting banget ini untuk dicatat dalam hati. Bahwa tips agar dikaruniai Allah tubuh yang tetap bugar di hari tua itu bukan dengan menjalani olahraga ataupun diet tertentu yang ngetrend saat ini. Tapi dengan taat pada perintah Allah dan menjauhi laranganNya sejak muda.

Rasulullah bersabda:

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”

(HR. At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas)

Semoga Allah mudahkan kita agar ketika muda taat padaNya, tua tetap taat padaNya, mati insya Allah dengan ridha dariNya. Aamiin ya Allah. Allahu ‘alam.

Buku 17 | Bila Masa Tua Tiba (Bagian Empat)

  • Judul buku : Bila Masa Tua Tiba
  • Penulis : Muhamad Yasir, Lc
  • Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
  • Tebal : 240 halaman
  • Progress bacaan : halaman 89 – 103

Note

Usia 40 tahun merupakan usia yang istimewa. Karena usia 40 tahun menjadi penanda sirnanya masa muda dan telah menyapa masa dewasa dalam kehidupan insan. Pada usia ini, kita dianggap telah matang baik secara fisik, mental, spritual, dll.

“Bila seseorang telah mencapai usia 40 tahun, hendaklah dia mengambil sikap hati-hati (akan akhir hidupnya).”

(Sahabat Qatadah, tokoh generasi tabiin, hlm. 91)

Namun tentu saja bukan berarti kita yang merasa masih muda lantas menunda berbuat kebaikan. Kebaikan haruslah diawali sejak dini agar menjadi kebiasaan.

“Pohon yang tumbuh dan tingginya menyentuh langit itu tetap tumbuh dimulai dari bibit yang kecil.”

(Qaulun ala Qaulin, hlm. 95)

Buku 17 | Bila Masa Tua Tiba (Bagian Tiga)

  • Judul buku : Bila Masa Tua Tiba
  • Penulis : Muhamad Yasir, Lc
  • Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
  • Tebal : 240 halaman
  • Progress bacaan : halaman 70 – 88

Note

Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Tidak ada yang lebih aku sesali dari penyesalanku terhadap hari dimana ketika matahari tenggelam sementara umurku berkurang, tapi amalku tidak bertambah.”

Halaman 81

Ibnul Jauzi berkata, “Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish, dia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan, karena itu, jangan sampai kuda lebih cerdas darimu. Sungguh amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Karena itu, ketika engkau tidak baik dalam penyambutan, jangan sampai tidak baik saat menyudahi kehidupan.”

Halaman 84

Buku 17 | Bila Masa Tua Tiba (Bagian Dua)

  • Judul buku : Bila Masa Tua Tiba
  • Penulis : Muhamad Yasir, Lc
  • Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
  • Tebal : 240 halaman
  • Progress bacaan : halaman 33 – 69

Note

Masya Allah rupanya orang yang Allah panjangkan umurnya dan ia isi dengan keta’atan itu istimewa. Dalam HR. Tirmidzi, Rasulullah ο·Ί menyampaikan bahwa “yang panjang umurnya dan baik amalnya” ketika ditanya siapa di antara manusia yang paling baik. Dan amalan yang dianjurkan terutama buat orang tua adalah senantiasa membasahi lisan dengan dzikrullah.

Di antara keistimewaan orang tua adalah memiliki pandangan yang bijak. Namun untuk menjadi bijak mestilah butuh pembiasaan. Berikut beberapa tips untuk membentuk pola pikir yang bijaksana.

  1. Lebih banyak mendengarkan dari pada mendominasi pembicaraan,
  2. Kerap bertukar pikiran dan meminta masukan dari orang lain,
  3. Jika dihadapkan dengan dua pilihan, putuskan dengan istikharah,
  4. Tidak terburu-buru dalam tindakan, meraih hasil tertentu, maupun menyimpulkan sesuatu.

Rasulullah ο·Ί mencontohkan adab-adab yang baik dalam memperlakukan orang yang lebih tua. Seperti mempersilahkannya untuk berbicara lebih dulu, mendengarkannya, mendahului memberi salam padanya ketika bertemu, dst. Masya Allah begitu santunnya ajaran Islam. πŸ’

Buku 17 | Bila Masa Tua Tiba (Bagian Satu)

  • Judul buku : Bila Masa Tua Tiba
  • Penulis : Muhamad Yasir, Lc
  • Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
  • Tebal : 240 halaman
  • Progress bacaan : halaman 1 – 32

Note

“Sekarang engkau boleh terlihat kuat dan gagah. Tapi yakinlah bahwa ada waktunya engkau harus tidak berdaya di hadapan waktu.”

Muhamad Yasir, Lc

Ketika membaca lembar demi lembar halaman 1 – 32 ini, saya merenung tentang usia. Bahwa usia itu rupanya bukan tentang seberapa lama jatah hidup yang diberikan Allah di dunia. Tapi seberapa banyak kebaikan yang berhasil dihimpun selama jatah hidup tersebut dilalui.

Hal yang harus kita yakini bahwa waktu terus berlalu. Usia muda tak mungkin kembali. Segala sesuatu yang pernah kita alami hanya terjadi sekali. Maka kita mesti cerdas mengelola diri agar menuai kebarokahan di hari nanti. Barokah ilmu, harta maupun usia.

Contoh usia yang barokah tergambar dari sosok Umar bin Abdul ‘Aziz. Beliau diberi jatah hidup selama 39 tahun dan menjabat sebagai khalifah hanya 2 tahun. Tapi rentang usia beliau yang pendek itu menyimpan banyak kebaikan dan pelajaran bagi generasi setelahnya.

Begitu pula dengan Imam Nawawi. Beliau hanya berusia 45 tahun. Namun beliau telah meninggalkan banyak kitab yang menjadi rujukan ilmu hingga masa kini.

Di antara salah satu cara untuk menghimpun kebaikan pada rentang usia kita yang terbatas di dunia adalah dengan menghindari obrolan yang sia-sia. Penting banget nih buat reminder saya pribadi ucapan Malik bin Dinar yang dituliskan pada halaman 28 berikut ini.

Malik bin Dinar berkata, “Jika kamu melihat ada kekerasan dalam hatimu atau kelesuan dalam badanmu atau rezekimu terhalang, ketahuilah bahwa engkau suka berbicara hal-hal yang tidak perlu.”

Ibnul Jauzi dalam Bahru Ad-Dumu

Allahu ‘alam.

Buku 16 | Bintang-bintang yang Terang

  • Judul buku : Bintang-bintang yang Terang (komik inspirasi)
  • Penulis : Abunnada
  • Penerbit : Ahlan Pustaka Umat
  • Tebal : 164 halaman
  • Progress bacaan : halaman 1 – selesai

Note

Saat membaca kalimat “Bahkan, mungkin hampir seperti dongeng dan cerita legenda” pada halaman 3, bikin saya ingat kalau beberapa waktu lalu saya nonton video potongan ceramah Ustadz Khalid Basalamah di youtube yang berkisah tentang sirah Nabi Musa melawan para penyihir Fir’aun. Ada komentar oknum-oknum netizen yang bikin hati miris sekali. Mereka bilang kalau yang dikisahkan Ustadz Khalid cuman dongeng yang didapat dari majalah anak.

Allahu ‘alam apa latar belakang oknum-oknum netizen itu hingga menulis komentar demikian. Tapi hal begitu bikin saya berpikir bahwa sangat penting sekali menanamkan tauhid pada anak. Di samping juga mengenalkan sirah para Nabi & Rasul, para sahabat dan ulama-ulama masa lalu. Jangan sampai saking jauhnya dari tauhid, anak-anak akan berpendapat itu hanya dongeng belaka ketika mendengar sirah. Na’udzubillah min dzaalik.

Terdapat 4 ulama salaf yang dikisahkan Abunnada dalam komik inspirasi ini. Mereka adalah Atha’ bin Abi Robah, Hasan al Bashri, Amir bin Abdillah, dan Urwah bin Zubair. Keempatnya masing-masing istimewa baik ilmunya, akhlaknya, juga kisahnya. Masya Allah.

“Jika kebodohan adalah kegelapan, maka mereka ibarat bintang-bintang yang terang.”

Hlm. 4

Salah satu kalimat yang menjadi favorit saya adalah kalimat yang pernah dilontarkan Urwah bin Zubair rahimahullah. Buat saya, kalimat tersebut menjadi muhasabah untuk memperbaiki shalat sekaligus penyemangat di kala hidup terasa berat. Beliau berucap menegur seorang pemuda yang nampak tergesa dalam shalatnya.

“Cepat sekali shalatmu. Apakah kau tidak perlu apa-apa dari Rabb-mu? Demi Allah, aku memohon kepada Rabb-ku segala sesuatu, bahkan sampai urusan garam dapur.”

Hlm. 133